Jika jalan kebenaran sudah disamarkan
Dan jalan kesesatan sudah di bukakan
Jika al,qur,an sudah di ragukan
Dan jalan ke gelapan sudah di bukakan
Maka ,maka kita sudah terlempar dan tersesatkan
Tak ada lagi kenyamanan yang tersimpan
Yang ada hanya rasa engan gelisah ,dan rasa enggan
Merasuk kedalam sukma setiap manuasia
Lihat dan lihatlah
Di kala embun pagi damai menyapa alam semesta
Seluruh umat manusia menyambutnya dengan langkah serakah
Apa yang kita lihat,kalau bukan kesenangan duniawi
Yang akan memberi kesenangan duniawi sesaat saja
Bercerminlah ,wahai manusia
Ya tuhan ,mengapa aku sepperti ular naga
Aku seperti ular naga yang keluar dari goa,goa
Tuk menerkam mangsanya
Ya tuhan .ta ubahnya aku seperti mahluk tuhan yang menakutkan
Lihat dan lihatlah,anak anak kita matanya menerawang jauh
Apa yang mereka pikirkan kalau bukan semaki enggan menghadapi
Hidup yang semakin menakutkan.
Ya tuhan ,ini semua bukan kutukan
Melainkan sebuah pertanda untuk kita
Agar segera kenmbali ke pada fitrahnya
Sebagai manusia....amiin.
Malang 6 april 2014
Penulis Wilman Indra Juanda.
kumpulan puisi,puisi ku
Jumat, 04 April 2014
Hidup
Ribuan kilo jalan yang kita tempuh
Sedari dulu ,semenjak kita kecil dulu
Kita bermain bersama taman sebaya
Melukis sebuah cerita tuk di kenangkan di masa ini
Dan waktupun mengantarkan kita tuk tinggalkan masa itu
Selamat tinggal ,oh masa kecil ku
Ku ucapkan setulus hati ,seindah kenangan yang kau beri
Akan ku ayun kembali langkah ini
Menuju lorong waktu yang tersisa
Untukku ,dimasa yang akan datang
Oh ,cerita cinta nyanyian sahdu
Mari bersama temani aku ,
Hanya kaulah pemandu,yang akan setia
Teman sebaya yang setia sepanjang masa
Hidup memang sebuah mistei keajaiban tak terduga
Oleh karenanya kita mesti waspada
Lihat lah,lihatlah
Entah berapa jauh lagi kita berjalan
Entah berapa lama lagi ,dan entah berapa lagi
Oh kesabaran yang tertanam
Ku mohon genggaman mu
Tak pernah kau lepaskan
Demi aku ,demi aku
Yang selalu merindukan
Kedamaian
Sedari dulu ,semenjak kita kecil dulu
Kita bermain bersama taman sebaya
Melukis sebuah cerita tuk di kenangkan di masa ini
Dan waktupun mengantarkan kita tuk tinggalkan masa itu
Selamat tinggal ,oh masa kecil ku
Ku ucapkan setulus hati ,seindah kenangan yang kau beri
Akan ku ayun kembali langkah ini
Menuju lorong waktu yang tersisa
Untukku ,dimasa yang akan datang
Oh ,cerita cinta nyanyian sahdu
Mari bersama temani aku ,
Hanya kaulah pemandu,yang akan setia
Teman sebaya yang setia sepanjang masa
Hidup memang sebuah mistei keajaiban tak terduga
Oleh karenanya kita mesti waspada
Lihat lah,lihatlah
Entah berapa jauh lagi kita berjalan
Entah berapa lama lagi ,dan entah berapa lagi
Oh kesabaran yang tertanam
Ku mohon genggaman mu
Tak pernah kau lepaskan
Demi aku ,demi aku
Yang selalu merindukan
Kedamaian
Kamis, 03 April 2014
Se ekor nyamuk
Entah dari mana dan hendak kemana
Aku secara tiba tiba di sinilah aku berada
Dan terkadang perut lapar terasa jikalah malam telah tiba.
Dan dengan senaang hati ,dan penuh rasa percaya diri
Orang orang ku dekati
Namun apa yang terjadi
Setetes darah yang ku dapati
Ternyata nyawa inipun melayang
Sebagai pengganti
Namun biaralah ,
Biarlah aku sadari,.
Mungkin engkau manusia.
Saaaatu sosok yang lebih sempurna
Ketimbang aku yang tak berguna
Engkau mungkin bisa lebih bijaksana
Tuk berada di sini,di alam yang pana ini
Dan setetes darah aku tinggalkan
Cukuplah sebagai pengganti
Dari sakit yang ku beri
Malang 3 februari 2014
(Penulis ,Wilman Indra Juanda)
Aku secara tiba tiba di sinilah aku berada
Dan terkadang perut lapar terasa jikalah malam telah tiba.
Dan dengan senaang hati ,dan penuh rasa percaya diri
Orang orang ku dekati
Namun apa yang terjadi
Setetes darah yang ku dapati
Ternyata nyawa inipun melayang
Sebagai pengganti
Namun biaralah ,
Biarlah aku sadari,.
Mungkin engkau manusia.
Saaaatu sosok yang lebih sempurna
Ketimbang aku yang tak berguna
Engkau mungkin bisa lebih bijaksana
Tuk berada di sini,di alam yang pana ini
Dan setetes darah aku tinggalkan
Cukuplah sebagai pengganti
Dari sakit yang ku beri
Malang 3 februari 2014
(Penulis ,Wilman Indra Juanda)
Jumat, 28 Februari 2014
aku
Aku adalah arus kehidupan yang mengalir di jiwamu
Dan kau adalah sebagian dari aku
Sayangilah aku,karena aku adalah cahaya sorga bagimu
Pabila saja aku terkotori,maka pasti engkau tenggeleam
Dan hilang tanpa tujuan
Ringan tanganmu tatkala kau ulurkan tangan demi kebaikan
Tajam matamu tatkala kau tegakkan keadilan
Napas hati dan jiwamu benar benar bersatu dalam
Lubuk batinmu,
Namun terkadang keinginan ,gelisahpun datang dan hilang
Siapa lagi gerangan yang merasuk di jiwamu
Itulah aku.di dala lubuk batinm aku terdiam
Dan kau adalah sebagian dari aku
Sayangilah aku,karena aku adalah cahaya sorga bagimu
Pabila saja aku terkotori,maka pasti engkau tenggeleam
Dan hilang tanpa tujuan
Ringan tanganmu tatkala kau ulurkan tangan demi kebaikan
Tajam matamu tatkala kau tegakkan keadilan
Napas hati dan jiwamu benar benar bersatu dalam
Lubuk batinmu,
Namun terkadang keinginan ,gelisahpun datang dan hilang
Siapa lagi gerangan yang merasuk di jiwamu
Itulah aku.di dala lubuk batinm aku terdiam
Kamis, 27 Februari 2014
Aku
Aku adalah arus kehidupan yang mengalir di jiwaku
Dan kau adalah sebagian dari aku
Sayangilah aku,karena aku adalah cahaya sorga bagimu
Dan jikalah aku terkotori,maka pasti ,engkau akan hilang dan tenggelam tanpa tujuan
Ringan tangan mu tat kala kau berbuat kebakan
Tajam matamu tat kala kau tegakkan keadilan
Getar nadi detak jantung mu benar benar bersatu
Dalam lubuk batinmu
Dan kau adalah sebagian dari aku
Sayangilah aku,karena aku adalah cahaya sorga bagimu
Dan jikalah aku terkotori,maka pasti ,engkau akan hilang dan tenggelam tanpa tujuan
Ringan tangan mu tat kala kau berbuat kebakan
Tajam matamu tat kala kau tegakkan keadilan
Getar nadi detak jantung mu benar benar bersatu
Dalam lubuk batinmu
Langganan:
Postingan (Atom)